Saturday, 31 December 2016

Data Statistik Mengenai Pertumbuhan Share Pasar E-Commerce di Indonesia sekarang

Tags
Pesatnya pertumbuhan pangsa pasar e-commerce di Indonesia sudah tanpa keraguan. Dengan jumlah pengguna internet mencapai 82 juta orang, atau sekitar 30% dari total populasi di Indonesia, pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi di masa depan. Pertumbuhan ini didukung oleh data dari Menkominfo yang menyatakan bahwa nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai Rp130 â€&lsqauo;â€&lsqauo;triliun. Ini adalah angka yang sangat fantastis mengingat hanya sekitar 7% dari pengguna internet di Indonesia yang pernah belanja online, berdasarkan data dari McKinsey. Dibandingkan dengan China, yang telah mencapai 30%, Indonesia masih tertinggal jauh di belakang, tetapi Anda harus ingat bahwa jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone, penetrasi internet di Indonesia, penggunaan kartu debit dan kredit, dan kepercayaan konsumen untuk berbelanja online, Jika kita melihat Indonesia sebagai negara kepulauan ya
ng luas, e-commerce merupakan potensi pasar yang berkembang sangat besar di Indonesia. Apakah Anda tahu bahwa itu sudah mendapatkan banyak kota-kota kecil di Indonesia yang dimulai belanja online? Pada 2012, sebuah perusahaan e-commerce di Indonesia mencatat bahwa 41% dari penjualan mereka berasal dari Jakarta, tetapi enam bulan kemudian angka ini turun menjadi 22%. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta secara teratur belanja online, konsumen di luar Jakarta tidak mau ketinggalan zaman untuk menunjukkan kontribusi mereka ke pasar e-commerce di Indonesia. Data dari lembaga riset ICD memprediksi bahwa e-commerce pasar di Indonesia akan tumbuh 42% dari tahun 2012-2015. Angka ini lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain seperti Malaysia (14%), Thailand (22%) dan Filipina (28%) Tentunya nilai ini sangat menggoda bagi banyak investor, baik domestik maupun asing. Beberapa VC (Venture Capital) besar seperti Internet Rocket, CyberAgent, East Ventures, dan Ideosource b
ahkan telah diinvestasikan ke perusahaan e-commerce yang berbasis di Indonesia. Hanya beberapa dari mereka adalah raksasa Lazada dan Zalora, Berrybenka, Tokopedia, Bilna, Saqina, VIP Plaza, Ralali dan banyak lagi. Mereka adalah beberapa contoh keberhasilan e-commerce perusahaan dan berhasil dalam memanfaatkan peluang pasar e-commerce di Indonesia terus meningkat. Perilaku konsumen di Indonesia dalam belanja online Berdasarkan data dari Bolton Consulting Group (BCG), pada 2013 kelas menengah di Indonesia telah mencapai 74 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2020, angka ini meningkat menjadi 141 juta orang atau sekitar 54% dari total penduduk di Indonesia. Dilihat dari data ini, jelas dan dapat dipastikan bahwa potensi pasar e-commerce di Indonesia sangat besar. Dengan kelas menengah meningkat, orang tidak akan ragu-ragu untuk mengkonsumsi uang mereka untuk membeli berbagai item yang mereka inginkan. Tapi walaupun memiliki potensi besar, masih ada beberapa masalah yang menghambat k
onsumen yang pernah belanja online. Dalam sebuah artikel di WSJ menyatakan bahwa penyebab pertama mengapa Indonesia sampai sekarang memiliki belanja tidak pernah online adalah rendahnya penetrasi kartu debit dan kredit. Berdasarkan data dari Euromonitor International pada tahun 2013, ada 92 juta atau lebih dari 40% dari rekening bank yang terkait dengan kartu kredit dan debit dari total penduduk Indonesia mencapai 240 juta. Bila dibandingkan dengan penetrasi ponsel, angka ini masih rendah karena sekitar 85% dari Indonesia memiliki ponsel di mana setiap bulan mereka menghabiskan 661 halaman untuk browsing. Penyebab kedua mengapa rakyat Indonesia belum pernah belanja online adalah ketidakpercayaan. Data penelitian dari Nielsen menyatakan bahwa 60% masyarakat Indonesia masih takut untuk memberikan informasi kartu kredit mereka di internet untuk belanja online, lebih besar dari negara-negara di Asia Tenggara kecuali Filipina. Sementara jumlahnya masih rendah dibandingkan dengan negara-n
egara dengan jumlah penduduk besar lainnya, jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia telah mulai tumbuh, tahun ini diharapkan pengguna kartu kredit di Indonesia akan mencapai 16,5 juta. Berbeda dengan kartu kredit, jumlah kartu debit di Indonesia jauh lebih unggul bahwa hampir 80 juta pada tahun 2013 kemarin. Ini adalah masalah yang harus diselesaikan perusahaan e-commerce dalam hal infrastruktur dan juga sistem pembayaran. E-commerce perusahaan harus mampu meyakinkan calon pelanggan mereka bahwa mereka ingin berbelanja online, terutama untuk target pasar anak muda yang umumnya sangat menyadari perkembangan teknologi. Jika sebuah perusahaan e-commerce dapat memberikan rasa nyaman dalam berbelanja secara online dan menyediakan sistem pembayaran yang dapat diterima banyak orang, diha