Gambar dari Kontan.co.id Bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis, kemudahan yang ditawarkan oleh #teknologi hari ini akan menjadi perbedaan dengan orang-orang yang memulai bisnis beberapa tahun yang lalu. Sekarang, media untuk menjual produk yang sudah semua yang bervariasi. Selain itu, dengan dukungan internet, pemilik bisnis bahkan tidak perlu memiliki toko fisik untuk memulai usaha. Ini telah dialami oleh seorang pengusaha wanita bernama Nyayu Nur Khomariah. Galeri pemilik rumah Adis Songket mulai membuka usahanya sekitar 10 tahun yang lalu. Bisa dibayangkan, pada saat itu dukungan saat teknologi atau bahkan tidak internet sebagai lanjutan hari ini. Namun, karena tantangan yang beragam berhasil lulus dari waktu ke waktu, wanita yang akrab disapa Adis ini, sampai waktu ketika Internet mampu memfasilitasi kebutuhan bisnis. Dan terima kasih untuk hati-hati memanfaatkan #media sosial untuk menjual songket, Adis berhasil mengembangkan bisnis omset ratusan juta per bulan. Awal Doi
ng Business Jika itu diperbolehkan untuk mengatakan yang sebenarnya, Adis mengaku benar-benar tak terbayangkan untuk memiliki songket bisnis ketika mereka datang bersama sebagai mahasiswa. Pada saat itu, ia bahkan mengaku sering bingung karena ibu yang memiliki songket bisnis. Mulai dari kondisi rumah sering berantakan karena proses pembuatan songket, ini adalah apa yang menyebabkan Adis tidak ingin melanjutkan upaya ibunya. Artikel lain: Annisa Chandra ~ Meskipun Bermodal Pas biasa-biasa saja, Jauhkan Sukses Mampu Bisnis Kustom Rok Tapi itu adalah 180 derajat, ketika ia harus menerima kenyataan dari pekerjaannya sebagai pegawai bank BUMN. Hal ini karena, ia terpaksa pindah ke Muara Bungo, Jambi. Dalam kondisi tenang, apa yang kurang disukai setelah ia mampu berubah menjadi potensial. Ketika melihat ibu menjual songket ke beberapa outlet di daerah Palembang, Adis merasa ini merupakan potensi besar untuk dikembangkan. Dari sana ia mulai menurunkan jejak songket bisnis ibunya. Menggun
akan Fasilitas Sosial Media Ketika itu tahun 2007, Adis mulai membuka usaha dengan penjualan songket Friendster melalui media sosial. Menggunakan hasil kredit laptop, ia memilah-milah produk songket yang menurut mereka menarik kemudian mempostingnya di akun Friendster-nya. Dari sana, adis bisnis songket mulai dikenal. Tidak hanya dari wilayah Palembang songket Adis pembeli juga datang dari beberapa kota besar seperti Jakarta. Perlahan tapi pasti, karena skala besar bisnis membuat acara pemenang pengusaha muda mandiri Bank Mandiri sebagai Sumatra pada tahun 2012 adalah untuk dipindahkan dari rumahnya ke yang baru, lokasi yang lebih strategis. Pada saat itu ia menyewa sebuah toko di kawasan perbelanjaan Ilir Barat Permai, Palembang. Mengatasi Masalah Upaya Meskipun bisa dibilang telah memiliki bisnis berjalan lancar, tapi masalahnya juga dihadapi oleh Adis. Pada saat itu, pemasok songket merasa bahwa manfaat Adis jauh lebih besar dari yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, mereka meng
usulkan persyaratan yang cukup sulit bagi bayi Adis. "Pemasok tanya langsung dibayar oleh jumlah Rp 50 juta. Jika tidak maka barang akan ditarik, dan tentu saja, semua barang yang diambil. Saya harus gigit jari," kata Adis. Tidak berhenti di sana, ia bahkan harus menyerah outlet berjualannya digusur oleh pemerintah setempat dengan alasan perencanaan tata ruang. Inilah yang membuat Adis harus kembali dalam pikiran. Dengan semangat pantang menyerah, ia mulai mencoba untuk memasarkan songket produknya menggunakan berbagai fasilitas internet lainnya. Tetap menjaga kualitas dan keunikan produk, songket bisnis Adis akhirnya bisa mendapatkan tempat tersendiri bagi pelanggan setia. Mengusung brand Adis Songket Rumah, 32 perempuan dapat menargetkan menengah ke target pasar atas. "Sebagai contoh, songket. Jelas tergantung menjual sepuluh tahun yang lalu. Saat ini banyak menjual songket, pembeli juga bingung untuk memilih, tetapi jika dapat menjual songket yang memiliki keungula
n, misalnya dalam hal fashion (unik) dan kualitas, ada akan menjadi segmen pembeli, "kata Adis. Baca juga: Jenis House of Cuff ~ Bisnis Pria Prancis Cuff yang suskes Semangat Jangan Menyerah Bersenjata dengan pengetahuan dan keberanian untuk mengambil keuntungan dari media digital, bisnis songket Nur milik Nyayu Khomariah dapat menjadi bisnis besar dengan omzet ratusan jutaan per bulan. Cerita di atas tentu bisa menjadi inspirasi, karena keberhasilan membangun bisnis melalui fasilitas internet tidak terbatas. Kami tinggal mengembangkan apa yang sudah kita miliki, ditambah dengan kreativitas dan semangat pantang menyerah.
Tuesday, 10 January 2017
Adis Songket rumah Cerdas Memilih Peluang Bisnis Via Social Media Kain Songket
Diterbitkan 10:00
Tags
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon