Tuesday, 17 January 2017

Startup Bicara Tentang E Commerce Indonesia Dengan Fung Fuk Lestario GepIndonesia

Tags

Pada tanggal 19 November 2013, Startupbisnis kesempatan untuk hadir di acara Startup Bicara # 1 yang diselenggarakan oleh Ciputra GEPI (Global Entrepreneurship Program Indonesia). Acara ini untuk membahas bisnis e-commerce, khususnya di Indonesia, mulai dari potensi dan kondisi, tips & trik melakukan bisnis e-commerce, berbagi dan ide bertukar langsung dengan Direktur Eksekutif GEPI sebelumnya juga co-founder Lazada, yaitu Fung Fuk Lestario, Dia mengatakan kepada saya banyak tentang iklim e-commerce di negeri ini dan juga beberapa dari pengalamannya saat membangun Lazada dari awal untuk menjadi besar seperti saat ini. Menurut Fung, ada lima hal yang perlu dipertimbangkan ketika Anda ingin melakukan bisnis e-commerce, yaitu: 1. Permintaan Dalam hal permintaan potensial, Indonesia sangat menjanjikan dengan populasi 250 juta, usia rata-rata 28,5 tahun, kelas menengah berkembang pesat, dan perkotaan populasi 51% dari total penduduk. Adopsi teknologi digital pada umumnya bisa berlangs
ung dengan cepat sehingga ini bukan kendala yang berarti. 2. Konektivitas Dengan penetrasi internet sekitar 15%, konektivitas Indonesia masih rendah, namun berkembang sangat cepat. Pertumbuhan jumlah pelanggan telepon selular di Indonesia juga sangat cepat, tapi di tahun 2012 adalah 15% dari pengguna smartphone. 3. Logistik Logistik Indonesia masih sangat berat bagi wilayah Asia Tenggara, menurut data pada tahun 2012. Menurut analisa dari Bank Dunia, Indonesia menduduki peringkat 59 dari 155 negara dan terbelakang dibandingkan dengan sebagian besar negara-negara ASEAN lainnya: Singapura (peringkat 1), Malaysia (29), Thailand (38), Filipina (52), dan Vietnam (53) 4. pembayaran satu kunci keberhasilan bisnis terletak pada e-commerce mudah atau tidak Anda menyediakan layanan pembayaran menyediakan pembayaran yang nyaman layanan akan sangat membantu pelanggan untuk bertransaksi, Biasanya, untuk menentukan tingkat sistem pembayaran kemajuan dalam suatu negara adalah untuk melihat jumlah
indikator transaksi kartu kredit di dalam negeri. Di Indonesia, pembayaran dengan kartu kredit masih relatif rendah untuk tahun 2013, rata-rata kartu hanya 15 juta kredit yang digunakan, atau kurang dari 6% dari populasi dan ini tidak terkecuali mereka yang memiliki kartu kredit lebih dari 1. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa pengguna kartu kredit di Indonesia masih sangat rendah, tetapi Anda jangan khawatir karena sekarang bank-bank di Indonesia sudah sangat agresif untuk kembali mengintegrasikan layanan pembayaran di toko-toko online seperti Lazada dan Zalora. Ada beberapa gateway pembayaran di Indonesia untuk memudahkan anda dalam transaksi online seperti Indomog, Doku, dan Veritrans. Indomog Indonesia adalah gateway pembayaran yang cukup menarik karena INDOMOG tahu bahwa Indonesia belum siap untuk melakukan transaksi online murni seperti PayPal, sehingga Indomog menggunakan voucher dengan sistem afiliasi yang dapat diperoleh di beberapa kafe internet di mana voucher
dapat digunakan untuk transaksi online. fitur pembayaran lain yang dapat Anda gunakan juga merupakan rekening bersama (rekber) seperti yang dilakukan kaskus, Tokopedia, dan Bukalapak karena rekber adalah sistem pembayaran yang sederhana dan mudah dilakukan. Kita juga bisa mendapatkan penghasilan dari rekber untuk mengisi sekitar 3-5% dari total pembayaran. 5. Teknologi Teknologi relatif mudah untuk diterapkan karena kita dapat belajar dari teknologi e-commerce di lain sudah sukses, tetapi menurut Fung, investasi teknologi dalam bisnis e-commerce sangat besar, seperti membeli server. Server adalah kompleks dan membutuhkan sumber daya yang cukup untuk pemeliharaan. Kita perlu untuk menyewa orang-orang yang memahami penggunaan server dan tidak akan murah. server juga tidak beradaptasi karena ketika ada teknologi baru, server tidak dapat dengan mudah ditingkatkan karena dana sudah dikunci / dibuka investasi di awal. Dengan perkembangan teknologi, beberapa perusahaan e-commerce mengguna
kan teknologi cloud. Dengan menggunakan awan, Anda tidak perlu memikirkan biaya server, yang harus Anda lakukan adalah untuk menyewa atau bahkan outsourcing konsultan IT untuk mengelola divisi teknologi, sehingga Anda tidak perlu lagi memakai server dan juga biaya teknologi bisa sangat rendah. Penggunaan teknologi lainnya untuk bisnis e-commerce yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan software berbasis seperti Shopify. Anda tidak perlu meng-upgrade atau mempekerjakan orang, Anda hanya berlangganan Shopify dan Anda dapat menggunakan semua fitur yang ada di Shopify online. Secara keseluruhan, teknologi termasuk mudah diterapkan karena kita dapat meniru teknologi dalam bisnis e-commerce lain yang diperlukan. Apakah Indonesia siap memasuki era bisnis e-commerce? Jawabannya adalah tidak cukup siap karena Indonesia masih dalam tahap awal, namun pertumbuhan e-commerce di Indonesia sangat tinggi. Jadi, bagi anda yang ingin melakukan bisnis e-commerce,


EmoticonEmoticon