Tuesday, 31 January 2017

Fintec Industrial Technology Akan Dibantu Oleh Keberadaan Blockchain

Tags

Gambar dari Linkedin.com masuknya teknologi di berbagai bidang usaha, akhirnya melahirkan sebuah lini bisnis baru atau teknologi keuangan disingkat dengan fintech. Untuk pasar Indonesia, pengembangan fintech merupakan salah satu agenda utama yang dipromosikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (FSA). Dengan potensi besar, Otoritas Jasa Keuangan ingin mendorong pengembangan fintech lebih besar bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Untuk mencapai tujuan ini, yang paling ditunggu oleh FSA adalah aplikasi dari teknologi bernama Blockchain. Teknologi ini diprediksi mengubah wajah fintech dalam beberapa tahun ke depan karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dukungan industri keuangan #teknologi yang ada saat ini. Salah satu teknologi yang paling inovatif pada tahun 2016 Menurut Financial Services Authority (FSA), Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki perkembangan fintech cukup besar. Tercatat, transaksi selama 2015 telah mencapai 590 miliar dolar. Angka itu sebenar
nya naik 10% dari tahun sebelumnya. Fintech melihat potensi cerah di Indonesia, FSA berupaya untuk membuat peraturan khusus yang dapat menyuburkan industri ini sekali lagi diperketat perlindungan konsumen. Artikel lain: Kecanggihan Teknologi Memfasilitasi Perubahan Sistem Keuangan Dari sana aplikasi yang ditargetkan teknologi baru bernama blockchain. Secara umum, teknologi ini adalah teknologi yang memiliki bentuk database bersama alam terbuka dan transparan. Dalam forum ekonomi Forum Ekonomi Dunia, bahkan menyebutkan bahwa blockchain adalah salah satu dari 10 teknologi yang paling inovatif di seluruh 2016. Dengan fintech dukungan blockchain, diharapkan dapat mempermudah proses masyarakat atau badan tertentu ketika Anda ingin perdagangan dan memaksimalkan pemanfaatan perangkat mobile. Mengenai sistem, disampaikan oleh Kustiawan Kusumo sebagai Perusahaan Direktur Microsoft Indonesia, teknologi ini akan mengambil bentuk komputasi awan yang mampu merekam berbagai data transaksi secara
langsung. Dari sana, semua data dapat diakses secara terbuka oleh otoritas. "Sederhananya, blockchain adalah sebuah buku besar bersama-sama (didistribusikan ledger) transaksi digital berbasis komputasi awan yang mampu merekam berbagai data transaksi secara real time. Data transaksi kemudian akan blockchain terbuka untuk beberapa jaringan di komputer yang sama. Hal ini memungkinkan semua pemangku kepentingan untuk menilai data ini bersama-sama, "kata Kustiawan. Memperkuat Perbankan Dengan teknologi ini, salah satu industri diprediksi manfaat paling ada industri perbankan. Alasan di balik perkiraan ini adalah, akan semua transaksi perbankan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Jadi pengguna yang ingin mentransfer, uang, pembayaran atau kegiatan perbankan lainnya dapat melakukannya lebih cepat dan lebih mudah. Lagi fakta bahwa, semakin tren tatap muka secara langsung interaksi bagi industri perbankan menurun dibandingkan interaksi berbasis digital. Jika ditulis dalam
perbandingan, berbasis digital interaksi Longsor menang 400 kali lebih banyak daripada konsumen yang memilih tatap muka secara langsung. Hal ini juga didukung oleh penetrasi penggunaan perangkat mobile tumbuh bahkan mencapai 125% dari total penduduk di Indonesia. Kustiawan melanjutkan, dukungan langsung juga disediakan oleh pemerintah melalui langkah-langkah Bank Indonesia telah meresmikan fasilitas bernama kantor fintech. Fasilitas ini adalah katalis yang berfungsi sebagai think-tank di industri fintech. "Pelantikan ini mencerminkan kepedulian dan komitmen dari pemerintah untuk mempromosikan industri fintech, termasuk blockchain, di Indonesia," kata Kustiawan. Baca juga: PajakApp, Aplikasi Startup SPT Keuntungan Pengisian Pajak Dalam Hand Grip Teknologi Blockchain Kustiawan mengatakan bahwa, salah satu keuntungan dari blockchain teknologi adalah bagaimana teknologi ini mampu melakukan analisis mendalam dari data. Karena itu adalah kombinasi dari beberapa industri yang sam
a, membuat tingkat yang lebih tinggi dari analisis juga berbanding lurus dengan jumlah organisasi atau perusahaan yang berpartisipasi. Dalam sistem nya, blockchain tidak dapat langsung menghapus atau mengganti data yang telah dimasukkan. Jika kemudian ditemukan kesalahan, maka proses konversi harus dilakukan secara manual oleh pengguna sehingga meminimalkan penipuan atau kejahatan lainnya. Juga dari keamanan, blockchain akan menerapkan sistem berbasis signature digital kriptografi sehingga lebih aman untuk dijalankan oleh pengguna. Otentikasi juga dilakukan secara real time oleh otoritas sehingga tingkat kesalahan yang mungkin timbul dapat diminimalkan.


EmoticonEmoticon